Membangun Jejak Kolaborasi Global: Kunjungan Akademik Mindanao State University ke Kampus 3 UM Blitar

Blitar, 23 April 2025 – Kampus 3 Universitas Negeri Malang (UM) yang terletak di Kota Blitar menjadi tuan rumah sebuah momen bersejarah dalam jalinan kerja sama internasional. Pada Rabu, 23 April 2025, rombongan dosen dan mahasiswa dari Mindanao State University (MSU), Filipina, melakukan kunjungan akademik dalam rangka memperkuat relasi antar bangsa di bidang pendidikan. Kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan yang terdiri atas sambutan dan penampilan tarian. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi lintas budaya bersama mahasiswa Kampus 3 UM. Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai pertukaran ide seputar sistem pendidikan, inovasi teknologi pembelajaran, dan tantangan global dalam dunia akademik. Tidak hanya itu, beberapa wawancara singkat antar mahasiswa menjadi ajang pertukaran perspektif dan budaya. Baca juga : Hardiknas 2025 di UM Blitar: Pendidikan Bermutu untuk Semua Jadi Spirit Bersama Sebagai bagian dari eksplorasi pendidikan dasar di Indonesia, rombongan MSU juga mengunjungi SD Laboratorium UM. Di sana, mereka mengamati langsung proses belajar-mengajar, serta

Hardiknas 2025 di UM Blitar: Pendidikan Bermutu untuk Semua Jadi Spirit Bersama

Blitar, 2 Mei 2025 – Suasana di Kampus 3 Universitas Negeri Malang (UM) terasa berbeda pada Kamis, 2 Mei 2025. Pagi itu, semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap dunia pendidikan terpancar dari seluruh sivitas akademika yang turut memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Mengusung tema nasional “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, peringatan Hardiknas di Kampus 3 UM diselenggarakan melalui rangkaian kegiatan yang sederhana namun sarat makna. Kegiatan diawali dengan upacara bendera yang diikuti oleh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta warga SD dan SMP Laboratorium UM. Baca juga : Observasi Penelitian Kasus 3 Big Sins of Education di SD Negeri 2 Kepanjenlor Kota Blitar Sebagai Realisasi Pendidikan Berkelanjutan dalam Menurunkan Kasus Kekerasan Bertindak sebagai pembina upacara, Pak Rizki Septa Hardhita—Guru SD Laboratorium UM—menyampaikan pidato yang menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah hak asasi dan hak

Observasi Penelitian Kasus 3 Big Sins of Education di SD Negeri 2 Kepanjenlor Kota Blitar Sebagai Realisasi Pendidikan Berkelanjutan dalam Menurunkan Kasus Kekerasan

Pada tanggal 26 Juli 2024, anggota tim peneliti internal pada skema KBK Universitas Negeri Malang melaksanakan kegiatan observasi di SD Negeri Kepanjenlor 2, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar Jawa Timur. Tujuan diadakannya observasi ini yaitu guna mengetahui hal – hal yang berkaitan dengan 3 Big Sins of Education (3 Dosa Besar Pendidikan) yang berada di lingkungan sekolah dasar, khususnya wilayah Kota Blitar. Observasi ini berfokus pada pengetahuan siswa akan 3 Big Sins of Education  serta kejadian yang pernah di alami oleh siswa – siswi di SD Negeri Kepanjenlor 2 Kota Blitar yang berkaitan langsung dengan Perundungan, Pembullyan, serta perilaku kekerasan seksual yang berada di lingkungan sekolah. Observasi ini dilakukan dengan cara penyebaran angket kuisioner kepada seluruh siswa – siswi SD Negeri Kepanjenlor 2 baik kelas rendah maupun kelas tinggi dengan responden sebanyak 131 siswa – siswi.  Tidak hanya itu, anggota peneliti juga melakukan wawancara kepada kepala sekolah dari SD Negeri

Seminar Pengabdian Masyarakat: “Efisiensi Administratif: Pemanfaatan Metode Desain Thinking dalam Pelatihan Guru Menghadapi Tantangan Administratif Akibat Aplikasi Platform Merdeka Mengajar” di Kampus 3 Universitas Negeri Malang

Pada tanggal 27-28 Juni 2024, Kampus 3 Universitas Negeri Malang (UM) kembali menjadi tuan rumah bagi seminar pengabdian masyarakat yang merupakan program desentralisasi pengabdian masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang. Seminar bertajuk “Efisiensi Administratif: Pemanfaatan Metode Desain Thinking dalam Pelatihan Guru Menghadapi Tantangan Administratif Akibat Aplikasi Platform Merdeka Mengajar” bertujuan untuk membantu guru-guru Sekolah Dasar (SD) dalam menghadapi tantangan administratif yang muncul akibat penggunaan aplikasi Platform Merdeka Mengajar yang baru-baru ini diimplementasikan di berbagai sekolah. Kegiatan ini yang diketuai oleh Dr. Erif Ahdhianto, M.Pd, dengan anggota pengabdian yang terdiri dari Dr. Yohannes Kurniawan Barus, M.Pd, Dr. Siti Mas’ula, M.Pd, dan Dr. M. Anas Thohir, M.Pd berjalan dengan cukup lancar. Keempat akademisi ini telah memiliki pengalaman luas dalam pengajaran dan pengembangan metode pembelajaran yang inovatif sehingga seminar seperti ini sudah sangat dikuasai oleh tim ini. Sebanyak 30 guru SD dari berbagai

Jl. Semarang 5 Malang, 56145 Telp. (0341) 551312 Malang, Indonesia